Kamis, 27 Oktober 2011

Kisah Empat Lilin



Ada empat lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku; maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah, dan sedikit demi sedikit lilin itu padam.

 

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, tak ada gunanya aku tetap menyala!” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

 

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”  Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

 

Tanpa terduga, seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” Lalu ia menangis tersedu-sedu.

 

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

"Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya. Karena aku adalah HARAPAN.”

 

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya...

 

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita…. Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, dan Cinta dengan HARAPAN-nya. Don't give up! Life must go on :)

 

By: Nuzulul Laily

JOANNE KATHLEEN ROWLING

sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa malu-malu menunjukan karyanya kepada teman-teman dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti disera masalah. keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual.

naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksesan yang dibayar dengan harga murah.

 

Kemuhammadiyahan Pak. Mahli

Selamat datang buat temen-temenku. di Arlank's Blog. dan di bawah ini terdapat beberapa bahan perkuliahan, mata kuliah Kemuhammadiyahan Dosen Bapak Mahli Zainuddin T.

Dan inilah daftar Materi-Materi yang dapat Kami Hidangkan disini:

  1. Pengertian Pembaharuan, klik disini

  2. Penyebab Pembaharuan, klik disini

  3. Islam dan Barat dalam Lintasan Sejarah, klik disini

  4. Ayat-Ayat K.H. Ahmad Dahlan, klik disini

  5. Muhammadiyah Masa-masa Awal, klik disini

  6. Muhammadiyah Dewasa ini- Ideologi, klik disini

  7. Muhammadiyah Dewasa ini - Organisasi dan Amal Usaha, klik disini

  8. Muhammadiyah kini - Faham Agama, klik disini


Semoga bermanfaat buat temen-temen. Kritik dan sarannya sangat kami nantikan.

By: Arlank Poenja D

Kumpulan Tugas Pengantar Ekonomi

bagi temen-temen yang pengen menambah bahan referensi dalam mengerjakan tugas Pengantar Ekonomi yang di berikan oleh Bapak Ma'ruf, temen-temen bisa download beberapa tugas yang terkumpul dari angkatan 2010. Dapat temen-temen download disini.

Terima kasih banyak telah menyempatkan diri untuk mampir walau hanya sekedar melihat-lihat, dimohon kritik dan sarannya di tinggalkan di komentar yach... makasih

 

By: Arlank Poenja D

Pengantar Ekonomi (Dosen A.Ma'ruf)

Disini terdapat beberapa bahan perkuliahan Pengantar Ekonomi yang dosen pengajarnya adalah bapak A.Ma'ruf, silahkan klik disini.

Dan kami memohon maaf apabila yang tersedia disini hanya beberapa saja atau kurang lengkap. dan kami sangat memohon kritik dan sarannya agar bisa memperbaiki dimasa yang akan datang. terima kasih banyak.

Materi Perkuliahan Pengantar Manajemen

Buat temen-temen yang butuh bahan perkuliahan Pengantar Manajemen yang dosen pengampu atau pengajarnya bapak Imam Bintoro dapat mengambil bahan-bahan perkuliahan selama satu semester di sini.

Semoga bermanfaat buat kawan-kawan semua. Amin.

Dan jangan lupa kasih komentar yach....

By: Arlank Poenja D


Rabu, 26 Oktober 2011

Simple Plan - Perfect

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
And do you think I'm wasting my time doing things i wanna do?
'But it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just wanna make you proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't pretend that
I'm alright
And you can't change me

(Chorus)
'Cuz we lost it all
Nothing last forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's too late and
And we can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spent with me
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I'm never gonna be good enough for you
can't stand another fight
And nothing's alright

(Chorus)

Nothing's gonna change the that you said
Nothing's gonna make this right again
Please don't turn your back
I can't believe it's hard
Just to talk to you
'Cuz you don't understand

(Chorus)x2

Alessandro Del Piero Hengkang, Sebastian Giovinco Datang?

Pemain Parma itu tak menutup peluang kembali ke Juventus, klub yang akan ditinggal pemain legenda mereka.


Bakal hengkangnya Alessandro Del Piero di akhir musim memicu spekulasi mengenai siapa pemain yang akan mengisi posisinya di Juventus kelak.

Nama Sebastian Giovinco masuk sebagai pertimbangan dan pemain yang saat ini membela Parma itu senang memiliki kemungkinan kembali ke Juventus.

"Saat ini saya hanya akan memikirkan mengenai Parma. Jika memang kedua klub mencapai kesepakatan di masa mendatang, dan semuanya berjalan dengan baik, kita lihat saja nanti," tandas Giovinco kepada Sky Italia.

Mengenai posisinya sebagai calon pengganti Del Piero, Giovinco menilai pemain Juventus itu tak bisa digantikan oleh siapa pun.


"Alex mewakili dan masih akan menjadi ikon dari Juventus. Dia adalah sejarah dari klub dan tak ada seorang pun yang bisa mengalahkan rekornya," ujar Giovinco.

 

From: Goal.com/id-id

Giorgio Chiellini, Milos Krasic Dan Alessandro Del Piero Masih Dibutuhkan Juventus

Giorgio Chiellini, Milos Krasic Dan Alessandro Del Piero diragukan kualitasnya untuk bisa membela Juventus di musim ini, tapi bukan berarti mereka tidak dibutuhkan.


Kritik terus dialamatkan pada Giorgio Chiellini, Milos Krasic Dan Alessandro Del Piero. Ketiga pemain itu dinilai tidak lagi cocok dengan gaya sepakbola yang dimainkan Antonio Conte.

Alhasil, ketiganya jarang dimainkan di musim ini. Namun Conte menampik sebutan jika ketiganya tidak lagi dibutuhkan oleh tim.

"Krasic hanya mendapatkan kesulitan sekarang ini, tapi kami tetap bekerja bersamanya, termasuk dalam hal psikologinya," kata Conte, Selasa (25/10).


"Sedangkan untuk Chiellini, saya tak meragukan kemampuannya sebagai pemain. Saya selalu mendukungan dan Krasic, dan saya harap fans juga melakukannya.

"Kami sedang membangun sebuah skuad saat ini dan fans harus mencintai skuad kami. Dua pemain ini penting bagi kami."

"Sedangkan untuk Del Piero, dengan segala hormat, dimainkan atau tidak adalah karena pertimbangan teknis. Saya hanya akan menurunkan tim terbaik," tandasnya.


From: Goal.com/id-id

Juventus Kandaskan Fiorentina 2-1




Gol Alesandro Matri menjadi penentu kemenangan Juventus yang kembali memuncaki klasemen.





Bertanding di kandang sendiri, Selasa (25/10) waktu setempat, Juve berhasil menundukkan perlawanan ketat Fiorentina dengan skor tipis 2-1.

Juve sepertinya akan dengan mudah memenangkan pertandingan setelah Leonardo Bonucci mencetak gol di menit ke-13. Namun tim besutan Sinisa Mihajlovic itu sempat membuat Juve kerepotan dengan menerapkan pola bertahan yang disertai serangan balik yang cepat.



Hasilnya, Stevan Jovetic menyamakan kedudukan setelah mencetak gol di menit ke-58. Fiorentina sempat di atas angin, apalagi serangan Juve yang bertubi-tubi kerap tidak menemui sasaran.

Matri yang cukup produktif di musim ini membuat Juve kembali unggul di menit ke-65 setelah mendapat umpan terobosan dari Simone Pepe. Skor 2-1 tetap tidak berubah sampai akhir pertandingan.

Dengan hasil ini, Juve mencetak kemenangan pertama dalam tiga gim terakhir dan kembali menguasai puncak klasemen Serie A Italia. Tim asuhan Antonio Conte ini unggul satu poin dari Udinese.

From: Goal.com/id-id

Antonio Conte Tuturkan Target Utama Juventus

Mendapatkan tempat di Liga Champions atau meraih scudetto bukanlah target utama Juventus di musim ini.


Antonio Conte menegaskan bahwa target Juventus di musim ini bukan untuk memenangi scudetto atau meraih tiket Liga Champions untuk musim depan.

Pelatih Juventus itu menyatakan saat ini misi klub adalah mendapatkan kembali kredibilitas tim yang sudah hilang sejak beberapa musim belakangan.

"Tujuan utama di musim ini adalah mendapatkan kembali kredibilitas kami, terutama di mata fans kami," kata Conte, Selasa (25/10).

 

"Posisi kami di klasemen hanya faktor kedua sekarang ini. Memang benar lolos ke Liga Champions penting, tapi target kami adalah kembali menjadi sebagai Juventus."

"Anda tak bisa melupakan fakta bahwa tim ini hanya bisa finis di peringkat tujuh dalam dua musim terakhir, jadi kami tak bisa membuat janji. Gila dan bodoh membuat ilusi bagi fans kami," tandasnya.

Kamis, 20 Oktober 2011

....

Telah menceritakan kepada kami ustadz aligha ramli,

seorang guru berfaham komunis selalu mengajarkan fahamnya kepada anak didiknya, hingga satu waktu si guru berkata : "anak anak, pensil ini ada tidak??". Murid murid menjawab : "ada". Si guru menyahut : "lalu di mana tuhan??, tuhan tidak ada !!". Suasana kelas menghening dengan pernyataan guru itu. Hingga berdirilah seorang siswa sembari bertanya pada gurunya, "pak, bapak punya akal??". Si guru menjawab, "oh, tentu". Si murid menyahut, "dimana akal bapak?". Dengan sedikit bingung si guru menunjuk kepalanya sendiri, sambil berkata, "di sini". Siswa langsung menjawab, "itu bukan akal pak, itu kepala, kalau bapak tidak bisa membuktikan keberadaan akal bapak, berarti bapak orang gila". Si guru hanya bisa terdiam...

Tuhan, memang tak bisa terjamah indra, tapi keberadaanNYA bisa dirasakan.

 

From: Wahyu Andrian

Ketika Harus Memilih

Semalam aku menerima sebuah telepon. Bukan telepon biasa karena sang suara berasal dari masa remajaku yang telah berlalu, dari seorang sahabat yang menghilang untuk masa yang tak terhitung batasnya.

 

Ada sesuatu dalam suaranya yang mengingatkan aku pada sesuatu. TENTANG KERAGUAN PRIA AKAN KETULUSAN WANITA. Tentang sebuah tanya yang selalu muncul di saat gundah dan marah melanda: Benarkah ia mencintaiku? Tidakkah ia hanyalah seorang egois yang sekadar ingin memproteksi kepentingannya?

Tidakkah ia dipenuhi cemburu yang bersumber dari prasangka-prasangkanya semata, sehingga hatiku dibuat jengah dan kesal padanya?

 

Ah sahabatku,

 

Seandainya kamu sadar seberapa beruntungnya kamu. Aku memang tidak sepenuhnya menyetujui cara-caramu, tetapi ada hal-hal tentang wanita yang kamu perlu tahu. Bahwa:

 

1st

WANITA SERING BERSIKAP SEOLAH-OLAH TAK PEDULI, padahal dalam hatinya ia berharap kamu berkenan menyuarakan perasaanmu tanpa diminta. Pandanganmu, perkataanmu sangat berarti, jauh melebihi apa yang kamu bayangkan.

 

2nd

WANITA BISA CEMBURU BERLEBIH BUKAN KARENA PENUH PRASANGKA, tetapi lebih karena ia begitu mencintaimu, takut kehilangan dirimu. Barangkali ia telah menjadi sedemikian kalut karena sifatmu yang cuek dan suka menggoda setiap wanita manis yang tampak di pelupuk matamu, sehingga habislah akal sehatnya dan berbuatlah ia apa yang tidak kamu inginkan. Andai hatimu masih terbuka untuknya, kenapa tak kamu beri ia kesempatan kedua untuk membuktikan cintanya padamu? Jika kamu memang mencintainya juga, apa salahnya mencoba sekali lagi?

 

3rd

"WANITA TAK BISA MINTA MAAF KETIKA SALAH KARENA EGOISME YANG BERGELAYUT DALAM RELUNG JIWANYA". Yakinkah kamu akan pendapatmu itu? Sama halnya dengan pria, wanita beragam karakternya. Ada yang lembut dan mudah mengaku salah, sementara yang lain lebih memilih bungkam, diam seribu bahasa. Cobalah mengerti bahwa cara wanita meminta maaf berlainan dan tak selamanya sesuai dengan kehendakmu. Jika ia tak bisa menyatakannya secara lisan, perhatikanlah sikapnya. Bukankah ia telah menghubungimu dan menyatakan penyesalannya akan kegagalan hubunganmu? Tidakkah menurutmu itu satu bentuk permintaan maaf?

 

4th

SEORANG WANITA YANG BERJALAN SENDIRI DALAM TEKAD DAN ASANYA BUKANLAH SESEORANG YANG TAK MEMILIKI MINAT AKAN KEHIDUPAN. Dan bukanlah itu berarti bahwa ia tak menginginkan pasangan. Tetapi, saat saja yang belum tepat mempertemukan. Yakinkah ia akan pilihannya? Barangkali tidak juga. Tetapi, bukankah Allah telah menjanjikan bahwa masing-masing orang diciptakan berpasangan sesuai kepribadiannya? Maka, yang dilakukannya adalah bersabar. Menanti dalam diamnya. Dan jika waktu membuktikan, bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, maka ia tetap bersabar karena ia yakin orang yang bersabar dalam cobaan akan diluruhkan dosa-dosanya.

 

Sahabat, bukan maksudku mendiktemu, apalagi mencacimu. Dalam diri setiap manusia ada kebaikan dan keburukan; aku tentu bukan perkecualian. Aku menyukaimu sebagaimana adanya, sama halnya aku menyukai semua teman lainnya. Jika perkataanku ada yang menyakitimu, maka maafkan aku. Aku hanya wanita dengan sekelumit kata yang keluar begitu saja dari bibirnya. Jika aku terlalu banyak berkata: mungkin...aku pikir..., itu lebih karena aku percaya tak ada yang pasti, kecuali eksistensi Tuhan, kematian, dan hari kemudian.

 

Naifkah aku akan pemikiranku? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Putuskan sendiri bagaimana menurutmu karena relatifitas jawaban sungguh-sungguh ada. Dan aku meyakini bahwa ada hak dan kebebasan bagi siapapun untuk berekspresi dan merasa apapun yang ia rasa. Jika aku memaksamu meyakini sesuatu yang tak sejalan dengan apa yang kamu percayai, bisa jadi di permukaan kamu bersepakat denganku, tetapi jauh dalam lubuk hati, kamu menegasikannya.

 

Kuharap kamu tak berpikir aku aneh karena mengatakan semua ini, karena inginku hanyalah kamu lebih memahami wanita, tidak sekadar melihat apa yang kasat mata, tidak juga apa yang serta-merta disimpulkan batinmu. Ada yang pernah bilang, wanita dari Venus, sementara pria dari Mars. Secara harfiah tidak, tetapi dari cara bereaksi aku rasa benar. Saat wanita berusaha setengah mati menerangkan suatu masalah agar jelas duduk persoalannya, pria kelihatannya cenderung berpikir bahwa wanita terlalu cerewet, mengada-ada, dan menjengkelkan. Padahal, maksudnya tidak lain untuk menenangkan dan atau membuat pria paham. Sama halnya ketika pria diam atau pergi untuk beberapa saat tanpa meninggalkan pesan. Wanita bisa menganggapnya tak peduli dan menangis tersedu-sedu. Padahal, maksud pria adalah untuk menata hati dan pikirannya dulu sebelum mengambil sikap.

 

Perbedaan wanita dan pria yang begitu tajam di satu sisi membawa banyak salah paham, tetapi di sisi lain menghantarkan keindahan. Karena dari perbedaan, wanita dan pria saling melengkapi. Andai wanita dan pria sama, maka layaknya sebuah pelangi yang semula penuh warna, lengkungan garisnya akan datar, hambar, tanpa kejutan berarti.

 

Sudah kelewatankah ucapanku? Apakah aku melanggar privasimu? Maafkan aku. Takkan kuperpanjang lebih jauh lagi karena aku khawatir kamu kehilangan inti di balik maksudku. Maafkan aku karena bersikap seperti wanita pada umumnya yang bawel akan persoalan yang mungkin menurutmu biasa saja. Yang perlu kamu tahu, bawelku bukanlah karena aku ingin membenarkan seluruh persepsiku, menjadi pemenang dalam sebuah diskusi kecil yang kita awali malam itu, tetapi lebih karena aku menyayangimu dan menginginkan yang terbaik untukmu.

 

Saran terakhirku, jika boleh kuutarakan:

☼ KETIKA TERJADI SALAH PAHAM, jangan ragu-ragu bicarakan dengan wanita karena sungguh ia akan sangat menghargai keterbukaan dan keterusteranganmu. Menyelesaikan persoalan berdua lebih baik daripada dipendam sendirian.

 

☼ JIKA KAMU MENCINTAI SESEORANG, maka jangan lepaskan ia. Karena tidakkah kamu berpikir bahwa di sana egomu yang telah berbicara? Tidakkah kamu pikir kamu bisa bersama-sama mencari solusinya? Lepaskan egomu dan lihat apa yang bisa kamu lakukan.

 

☼ DAN JIKA KAMU MERASA TAK MUNGKIN KEMBALI LAGI, maka maafkanlah ia dan biarkan ia menjadi satu bagian dari kenangan indah yang akan senantiasa

menyertaimu. Tak perlu kamu ulas kesalahannya karena meski kamu ungkit seribu kali, takkan berbeda hasil akhirnya.

 

☼ DAN JIKA KAMU TELAH BERTEMU YANG BARU, maka jagalah perasaannya. Buktikan bahwa kamu sungguh-sungguh menghargainya, ingin berbagi cintamu, kesetiaanmu, harimu dengannya. Ketika kamu menerima seorang wanita apa adanya dan menunjukkan betapa kuat komitmenmu padanya, aku yakin segala kecemburuan yang menurutmu tak beralasan akan hilang dengan sendirinya, karena cemburu sebetulnya merupakan wujud kekhawatiran yang secara alami melekat dalam diri wanita,seperti juga laki-laki, ketika cinta melingkupi kalbunya.

 

Mudah-mudahan apa yang kubagi denganmu bisa memantapkan langkahmu, memudahkanmu dalam mengambil keputusan, dan cepat menghantarkanmu pada satu tujuan, bersanding dengan dia yang sungguh-sungguh kamu inginkan berada di sisimu sepanjang hayatmu,hidup bahagia bersamanya sampai ajal menjemput di haritua.

 

Aku kan ikut mendoakan, pasti..

 

From: Qie Qie Claymore

Kisah Mahasiswa Mendebat Pofesornya

Seorang profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

 

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

 

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya profesor sekali lagi. “Ya, Pak. Semuanya” Kata mahasiswa tersebut.

 

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan”.

 

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan bahwa agama adalah sebuah mitos.

 

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor,boleh saya tanya sesuatu?”.

 

“Tentu saja” Jawab si profesor.

 

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”.

 

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?”Tanya si profesor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

 

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak.. dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika,yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

 

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

 

Sang profesor menjawab, "Tentu saja ada."

 

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

 

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

 

Dengan bimbang profesor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

 

Terhadap pernyataan ini, mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan aadalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya  kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

 

Nama mahasiswa itu adalah, “Albert Einstein”.

 

Sebuah hadits Nabi sallalaahu ‘alaihi wa sallam,

“Terkadang Allah menolong agama ini dengan orang yang fajir (pelaku maksiat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?.” (QS. Fushilat)

 

From: Hayati El-Haque

Kamis, 13 Oktober 2011

Perdebatan Lanjutan Hanung Bramantyo vs Wartawan 'Suara Islam' (Bagian 4)

wartawan SI (16 April jam 7:33):


Keempat, lebih tragis lagi penghinaan anda terhadap Islam. Bayangkan, Masjid sebagai tempat suci anda gunakan untuk latihan memerankan Yesus yang akan dilakukan Surya, hal ini menunjukkan anda telah menodai kesucian Masjid. Apalagi Surya sebagai seorang muslim memerankan Yesus di Gereja. Padahal masuk Gereja diharamkan bagi seorang muslim, apalagi memerankan Yesus didalam gereja. Anda perlu membaca sejarah Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab yang menolak masuk ke Gereja Suci di Baitul Maqdis (Yerusallem) setelah Kota Suci itu ditaklukkan pasukan Islam secara damai tanpa setetes darahpun tumpah pada tahun 16 Hijriyyah.


Kelima, penyerbuan rumah makan Cina oleh umat Islam pada hari kedua lebaran barangkali baru pertama kali ini terjadi di Indonesia bahkan di dunia. Kalau biasanya peristiwa itu terjadi pada bulan puasa, dimana pada siang hari restoran atau warung makan tetap buka, itupun jarang sekali terjadi. Lha ini justru terjadi pada hari lebaran apalagi terhadap restoran Cina. Hal ini menunjukkan anda akan mengirimg opini agar umat Islam tidak segan-segan melakukan tindakan anarkhis terhadap orang Cina meski hari lebaran sekalipun. Sudah jelas anda ingin mencoba mendorong terjadinya konflik horisontal di negara ini.

Keenam, tidak hanya menghina kesucian Islam, anda juga mencoba melecehkan Banser sebagai salah satu organ NU. Masak menjadi Banser sebagai pekerjaan atau tempat penampungan para pengangguran, seperti yang dikatakan Sholeh kepada Menuk. Lebih tragis lagi, Banser kok sampai bunuh diri hanya karena supaya lebih berarti dimata istrinya. Apalagi sebelum bunuh diri dengan memeluk bom, terlebih dahulu Sholeh berteriak laa illaha illallah, apa ini bukan penghinaan !!! Padahal bunuh diri hukumannya langsung masuk Neraka.

Kalau dalam analisis politik saya, anda tampaknya ingin membenturkan antara Banser NU dan Kokam (Komando Keamanan Muhammadiyah). Logikanya, anda baru saja mensutradarai film “Sang Pencerah” dan dimana-mana anda berkoar-koar menjadi keluarga besar Muhammadiyah. Dengan sendirinya, nanti kalau anggota Banser memburu anda karena dianggap telah menghinanya, anda akan kabur dengan meminta perlindungan pada Kokam dari buruan Banser karena anda merasa telah berjasa membuat film “Sang Pencerah”, apalagi anda selalu mengaku dari keluarga besar Muhammadiyah.

Dengan sendirinya akan terjadi konflik horizontal antara Banser vs Kokam. Apakah itu yang anda kehendaki ? Adapun yang saya dengar, sekarang para anggota Banser sudah mulai marah dengan penghinaan tersebut. Semoga saja Kokam tidak terpancing untuk membela, biar anda sendirian menghadapi Banser.

Ketujuh, kalau anda menyatakan mengapa umat Islam protes ketika KH Ahmad Dahlan dimainkan seorang murtad, sementara tidak satupun orang Kristen protes ketika Yesus dimainkan oleh figuran seperti Surya yang beragama Islam, hal itu menunjukkan kepicikan pengetahuan anda tentang Islam. Hal itu menunjukkan anda menyamakan semua agama alias pendukung pluralisme, sehingga ketika simbol agama atau tokohnya dilecehkan tidak perlu protes. Lha itulah perbedaan antara Islam dan Kristen, bung.

Kalau umat Islam protes karena tokohnya anda lecehkan, itu hak umat Islam. Kalau orang Kristen tidak protes meskipun Yesus diperankan figuran seperti Surya yang muslim, ya itu hak orang Kristen. Tetapi yang jelas anda telah merendahkan maratabat tokoh Islam karena diperankan oleh seorang murtad. Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin bertanya dan jawablah dengan sejujur-jujurnya. Kalau anda berani menjawab berarti gentleman, tetapi kalau tidak berarti pengecut.

 

Pertama, ide pembuatan film “?” dari siapa, sehingga anda bersedia menjadi sutradaranya ?

Kedua, siapa yang membiayai pembuatan film “?” yang katanya sampai menghabiskan Rp 5 miliar itu ?

Ketiga, siapa dalang sesungguhnya dibelakang film “?” ?

Keempat, sebagai sutradara berpengalaman, mengapa anda berani mengabaikan empat pilar utama dalam sebuah film yang bagus yakni mengedepankan etika, moral, agama dan sosial. Apa yang mendorong anda bertindak nekat seperti itu ?

Kelima, mengapa anda berani mengorbankan idealisme dan intergritas sebagai seorang sutradara demi sebuah film berkualitas sampah ini ? Keenam, mengapa mayoritas film anda selalu bertemakan penghinaan terhadap ajaran Islam, umat Islam dan institusi Islam ? Hingga perdebatan ini dibuat, Hanung Bramantyo belum memberi tanggapannya. (voa-islam)

From: http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&task=view&id=3030&Itemid=1

Perdebatan Lanjutan Hanung Bramantyo vs Wartawan 'Suara Islam' (Bagian 3)

Sambungan... 3/4


Wartawan SI (16 April jam 7:32):

Terima kasih atas jawabannya yang cukup panjang. Namun jawaban tersebut saya nilai kabur dan terkesan hanya ingin membela diri, hanya ingin mendongkrak film ”?” yang berkualits sampah dan rombengan menjadi berkualitas perunggu, (bukan perak atau emas, terlalu tinggi).

 

Jawaban tersebut justru menunjukkan anda telah mengadaikan idealisme dan integritas sebagai seorang sutradara film demi rasa kebencian terhadap Islam dan umat Islam. Padahal umat Islam mayoritas di negara ini sudah tertindas oleh minoritas Kristen, Katolik dan Cina dari segi politik, ekonomi dan media massa, sekarang anda malah menambahi dengan menindas dari sisi budaya. Sebelumnya saya akan menjawab dulu beberapa argumentasi anda.

 

Pertama, kalau anda membela diri bahwa yang menusuk Pastor itu bukan mencerminkan orang Islam karena memakai jaket coklat dan mengendarai sepeda motor, siapapun pasti tahu bahwa yang anda maksud adalah orang Islam. Anda jelas mengacu pada peristiwa di Ciketing Bekasi tahun lalu, dimana seorang Pendeta HKBP ditusuk pemuda Islam setelah sebelumnya mereka diprovokasi jemaat HKBP Ciketing dan terjadi bentrokan.

Ketika terjadi pemboman di Gereja, anda jelas mengacu pada pemboman beberapa tahun lalu yang menewaskan seorang Banser yang menjaga malam Natal. Secara tersirat anda menuding yang membom Gereja adalah orang Islam, padahal ada investigasi yang menyebutkan pemboman itu hasil dari operasi intelijen dengan sengaja untuk mendiskreditkan umat Islam sebagaimana bom buku bulan lalu.

 

Kalau anda mengatakan diawal film itu digambarkan beberapa pemuda yang merawat masjid, itu hanyalah strategi anda agar film itu bisa diterima umat Islam. Namun ternyata jalan cerita selanjutnya penuh dengan kebohongan, murahan dan ternyata anda memiliki daya khayal yang lumayan tinggi. Pantas kalau akhirnya anda bisa merayu bintang sinetron untuk dijadikan istri setelah sebelumnya dengan kejam mendepak mamanya Bhumi dan menelantarkannya.

 

Kedua, justru pernyataan saya sebelumnya mengatakan anda menolak poligami dan mendukung pemurtadan, seperti dalam kasus murtadnya Rika. Jadi anda keliru dalam menanggapi pernyataan saya. Justru saya heran seandainya dalam film “?” anda mendukung poligami, karena poligami dibolehkan dan murtad dilarang keras dalam Islam. Terbukti dalam film itu anda menolak poligami seperti dalam kasus Rika.

Padahal seandainya anda setuju poligami, saya haqqul yakin anda tidak perlu bertindak kejam dengan mendepak mamanya Bhumi demi memiliki cintanya si bintang sinetron. Cukup mamanya Bhumi dijadikan istri pertama (istri Jogja) dan si bintang sinetron jadi istri kedua (istri Jakarta). Jadi kalau singgah di Jogja atau Jakarta untuk mensutradarai film, sudah ditunggui para istri yang selalu siap menyambut kehadiran anda.

 

Kalau anda berdalih murtadnya Rika karena merupakan pilihan hidup setelah dendam karena ditinggal suaminya poligami, apalagi anda memasang dalil surat Al Hajj ayat 17 (bukan ayat 7), jelas itu menunjukkan anda tidak faham tafsir Al Qur’an. Cobalah buka kembali beberapa kitab tafsir Al Qur’an mengenai surat Al Hajj ayat 17 tersebut. Saya kira anda mempunyai masalah pada paradigma berfikir, mengemukakan sesuatu berdasarkan keinginan hawa nafsu anda yang mendukung pluralisme, baru dicari-carikan ayatnya.

 

Adapun tafsir Surat Al Hajj ayat 17 adalah, ayat itu menunjukkan orang-orang sebelum kedatangan Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Tetapi setelah datangnya Islam, mereka wajib memeluk Islam. Jika mereka bersyahadat dan memeluk Islam, maka kebaikannya sebelum Islam akan dihitung dan dosanya akan dihapus. Tetapi sebaliknya kalau mereka menolak Islam atau murtad dari Islam, maka kebaikannya ketika Islam akan dihapuskan dan dosanya akan ditimpakan kepada dirinya akibat kemurtadannya.

Jadi ayat itu bukan menganjurkan orang bebas memilih keyakinan agamanya. Sedangkan murtad dari Islam bukan suatu pilihan hidup tetapi suatu kesalahan hidup yang fatal dan berakibat pada hukuman qishash. Islam sudah menarik garis tegas bagi orang yang murtad menjadi Nasrani, baca surat Maryam ayat 88-91 dan surat Al-Maidah ayat 73-74. Jadi sesungguhnya film “?” yang anda sutradarai itu jelas untuk menipu dan menjurumuskan manusia kedalam kesesatan, seperti disebutkan dalam surat Al An’am ayat 112. Hanya temannya syetan yang menjerumuskan manusia kedalam kesesatan. Jadi anda itu temannya syetan, karena ingin menjerumuskan manusia kedalam kesesatan.

 

Kalau dalam film berkualitas sampah itu anda mengatakan tidak mendukung pemurtadan, jelas itu suatu kebohongan. Pertama, pada film itu akhirnya Abi dan kedua orang tua Rika menerima kembali kehadirannya meski telah menjadi Katolik. Kedua, anda menggambarkan setelah murtad dan menjadi aktivis Gereja, ternyata hidup Rika lebih bahagia daripada ketika masih menjadi muslimah.

Apalagi dikatakan Rika telah melakukan perubahan besar dalam kehidupannya, seolah-olah menuju kehidupan yang lebih baik. Kalau anda mengatakan Abi menghargai pilihan Rika untuk murtad, betapa jumudnya pemikiran anda. Masak pilihan untuk menjadi murtad kok dihargai. Tidak menutup kemungkinan kalau pilihan itu dibiarkan, Abi yang masih kecil dan tak tahu apa-apa itu bisa saja menjadi Katolik mengikuti agama baru ibunya karena dialah yang mengasuh sehari-harinya.

Lain halnya kalau Abi ikut kakeknya. Lebih menggelikan lagi, anda mengatakan orang tua Rika mengambil sikap bijaksana sebagai seorang muslim dengan anaknya menjadi Katolik. Demikian itu bukan sikap bijaksana bung, tetapi sikap keterlaluan karena membiarkan anaknya masuk Neraka. Baca tafsir surat At Tahrim ayat 6.

Ketiga, film itu mendorong penonton untuk membenci poligami dan menyetujui pemurtadan sebagai sebuah pilihan hidup. Padahal dalam Syariah Islam, poligami dibolehkan hingga empat istri dan hukuman bagi seorang murtad tidak lain adalah qishash (hukuman mati). Berarti dengan tegas anda menolak Syariah Islam.

 

Anda ingin membela diri kalau restoran babi pak Tan semuanya sudah dipisahkan, antara memasak babi dan ayam serta bebek. Tetapi disitu anda jelas lebih mendukung masakan babi yang haram daripada ayam atau bebek yang halal. Terbukti anda mengejek masakan halal itu dengan kata-kata: “babi rasanya gurih tanpa banyak bumbu”, seperti yang dikatakan pak Tan.

Bahkan juga dikampanyekan betapa nikmatnya makan daging babi daripada ayam atau bebek yang harus banyak bumbunya supaya menjadi nikmat. Tetapi kalau babi tidak perlu bumbu sudah nikmat sekali. Apa ini tidak berarti anda secara tidak langsung menyarankan agar umat Islam tidak perlu ragu-ragu lagi makan daging babi yang nikmat dan gurih meski haram ! Maklumlah anda masih keturunan Cina !

 

Adapun yang lebih konyol lagi adalah si Menuk yang muslimah sholat disamping onggokan daging babi yang haram bahkan kiblatnya sengaja dihadapkan ke altar pemujaan agama Konghuchu yang penuh dengan dupa dan patung-patung dewa. Padahal itulah yang dilakukan Menuk setiap harinya ketika bekerja di restoran pak Tan.

Apakah itu bukan penghinaan ketika sholat menghadap Allah SWT sementara didekatnya ada onggokan daging babi dan kiblatnya sengaja dihadapkan ke altar pemujaan Konghuchu. Sebelumnya anda telah menghina Allah SWT dengan kalimat suci Asmaul Husna dibacakan dengan nada sinis dan ekspresi mengejek oleh seorang Pastor di Gereja.

Perdebatan Lanjutan Hanung Bramantyo vs Wartawan 'Suara Islam' (Bagian 2)

Sambungan...2/4


Hanung Bramantyo Anugroho (14 April jam 1:33):

Terima kasih sudah menyaksikan film saya sekaligus mengkritik film tersebut. Saya sangat menghargai pandangan anda. Sebagai sebuah tafsir atas 'teks' saya anggap itu syah. Namun sayangnya, anda tidak memberikan kemerdekaan bagi yang menafsir 'teks' film tersebut dalam makna lain. Anda sudah terlanjur melakukan judgment berdasarkan 'teks' yg anda baca dan tafsirkan.

 

Disini, saya akan mengajak anda untuk menafsir 'teks' film dalam kerangka berfikir yang lain. Tidak untuk menandingi, tapi untuk mengajak anda melihat tafsir dalam kerangka berfikir yang berbeda.

1. A. Anda mengatakan bahwa adegan kekerasan: penusukan pastur dan pengeboman dilakukan oleh orang Islam. Padahal dalam dua adegan tersebut saya sama sekali tidak menampilkan orang Islam (setidaknya orang berbaju putih-putih, bersorban atau berkopyah). Di adegan penusukan pastur, saya menampilkan seorang lelaki berjaket coklat memegang pisau dan seorang pengendara motor. Kalau itu ditafsir orang Islam, itu semata-mata tafsir anda.

 

B. Di awal Film saya justru menampilkan sekelompok remaja masjid (bukan orang tua) yang melakukan perawatan atas masjid. Bukankah dalam hadist dianjurkan seorang pemuda menghabiskan waktunya untuk mengelola dan merawat masjid? Apakah saya menampilkan seorang pemuda Islam sembahyang atau merawat gereja? atau pemuda gereja, pastur sembahyang di masjid? Jadi tafsir atas pencampur adukan ajaran agama bukan tafsir saya.

2. Rika Murtad

Bahwa tafsir Rika murtad karena sakit hati dengan suaminya yang mengajak poligami saya benarkan. Tapi bukan berarti 'teks' tersebut mendukung poligami. Sejak awal keputusan Rika sudah ditentang oleh Surya, anaknya dan orang tuanya. Bagian mana yang menyatakan dukungan?

 

Coba perhatikan shotnya: Surya berdialog dengan Rika: Kamu menghianati 2 hal sekaligus: perkawinan dan Allah! kalau toh disitu Surya diam saja ketika Rika menyanggahnya, bukan berarti Surya mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan Rika. Hal itu tertera dalam surat Al Hajj ayat 7 : ‘Sesungguhnya orang yang beriman, kaum Nasrani, Shaabi-iin, Majusi dan orang Musyrik, Allah akan memberikan keputusan diantara mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu’

 

Sikap Surya juga merupakan cerminan dari firman Allah : ‘Engkau (Muhammad) tidak diutus dengan mandat memaksa mereka beragama, tapi mengutus engkau untuk MEMBERI KABAR GEMBIRA yang orang mengakui kebenaran Islam dan kabar buruk dan ancaman bagi yang mengingkarinya.’

 

Abi, anak Rika, juga tidak mendukung sikap Rika ‘yang Berubah’. Abi protes dengan ibunya dengan cara enggan bicara. Bahkan hanya sekedar minum susu dikala pagi saja Abi tidak mau menghabiskan di depan ibunya. Demikian halnya Abi juga tidak mau makan sarapan yang disajikan ibunya. Itu adalah sikap protes dia kepada sang Ibu yang murtad.

 

Jika toh Abi kemudian bersikap seperti Surya, bukan berarti abi mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan. Lihat dialog Abi saat bersama Rika: … Kata Pak Ustadz, orang islam gak boleh marah lebih dari tiga hari. Apakah dialog tersebut diartikan mendukung kemurtadan? Bukankah makna dari dialog tersebut adalah mencerminkan sikap orang muslim yang murah hati: Pemaaf dan bijaksana (jika marah tidak boleh lebih dari tiga hari).

 

Sikap murah hati juga ditunjukkan orang tua Rika pada adegan terakhir. Orang Tua Rika datang pada saat acara Syukuran Khatam Quran Abi. Coba perhatikan shot tersebut: Adakah dialog atau gesture yang menyatakan dukungan atas kemurtadan Rika? Dalam shot tersebut saya menggambarkan Rika menghambur memeluk ibunya dengan erat. Sementara ayahnya hanya diam, menggandeng Abi. Adegan tersebut sama sekali tidak menyajikan ‘teks’ dukungan atas kemurtadan. Tapi hubungan emosional antara ibu dan anak. Lagi-lagi saya menggambarkan sikap bijaksana seorang muslim sebagaimana firman Allah dalam quran sebagaimana diatas tadi.

Jadi jika anda membaca ‘teks’ dalam adegan tersebut sebagai sebuah dukungan terhadap kemurtadan, maka itu tafsir anda. Bukan saya …

 

3. Menuk adalah perempuan muslimah. Dia nyaman bekerja di tempat pak Tan karena pak Tan adalah orang yang baik. Selalu mengingatkan karyawan muslimnya sholat. Bagian mana yang anda maksud bahwa babi itu halal?

Saya menggambarkan adegan yang membedakan Babi dan bukan babi lebih dari sekali adegan. Pertama, pada saat Pembeli berjilbab bertanya soal menu makanan restoran pak Tan. Menuk mengatakan bahwa panci dan wajan yang dipakai buat memasak babi berbeda dengan yang bukan babi. (di film terdapat shot wajan, dan shot Menuk yang dialog dengan ibu berjilbab. Dialog agak kepotong karena LSF memotongnya. Alasannya silakan tanyakan kepada LSF)

 

Kedua, pada saat Pak Tan mengajari Ping Hen (anaknya) mengelola restoran. Pak Tan dengan tegas menyatakan pembedaan antara babi dan bukan babi: … Ini sodet dengan tanda merah buat babi, dan yang tidak ada tanda merah bukan babi …

 

Jika saya menghalalkan Babi, tentunya saya tidak akan menggambarkan pemisahan yang tegas antara sodet, panci, pisau, dsb tersebut. Jadi tafsir anda yang mengatakan bahwa saya menghalalkan babi, semata-mata bukan tafsir saya …

 

Saya justru menggambarkan sikap Menuk sebagai Muslimah yang menolak pernikahan beda agama dengan cara lebih memilih menikah dengan soleh (yang muslim) meski jobless, dibanding hendra. Padahal cintanya kepada hendra: … Saya tahu kita pernah punya kisah yang mungkin buat mas menyakitkan. Tapi buat saya adalah hal yang indah … karena Tuhan mengajarkan arti cinta dalam agama yang berbeda … (Dialog Menuk kepada Hendra di malam Ramadhan)

 

Saya juga menggambarkan sikap pak Tan yang menghargai Islam dengan cara meminta buku Asmaul Husna milik Menuk. Dan di akhir adegan, Pak Tan membisikkan sesuatu kepada Hendra yang mana kemudian Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya: menjadi Mualaf dan merobah restorannya menjadi Halal. Lihat kata-kata isteri pak Tan di akhir film: … Pi, hari ini Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya SEPERTI YANG PAPI MINTA …. (Dialog tersebut sebenarnya ungkapan dari pak Tan secara tersirat kepada "Hendra untuk berubah" )

 

Jadi tafsir Hendra pindah agama hanya ingin menikahi menuk adalah Tafsir anda.

Lagipula, dalam film jelas-jelas tidak ada gambaran pernikahan antara Menuk dan Hendra. Ending Film saya justru menggambarkan Menuk menatap nama Soleh yang sudah menjadi nama Pasar … Darimana anda bisa menafsirkan bahwa Hendra pindah agama hanya karena ingin menikah sama menuk?

 

4. Surya adalah seorang aktor figuran. Di awal Film dikatakan dengan tegas lewat dialog: … 10 tahun saya menjadi aktor cuma jadi figuran doang!!

Sebagai aktor yang selalui hanya jadi figuran, dia frustasi. Hingga menganggap bahwa hidupnya cuma sekedar numpang lewat. Dia diusir dari kontrakan karena menunggak bayar. Rika membantunya dengan menawari pekerjaan sebagai Yesus dengan biaya Mahal (perhatikan dialognya di warung soto). Semula Surya menolak. Tapi dia menerima hanya karena selama hidupnya dia tidak pernah mendapatkan peran Jagoan …

 

Itu adalah alasan yang sangat manusiawi. Namun alasan itu tidak begitu saja dia gunakan untuk melegitimasi pilihannya. Dia konsultasi dengan Ustadz Wahyu (David Khalil). Menurut Ustadz, Semua itu tergantung dari HATIMU, maka JAGALAH HATIMU.

 

Dari perkataan David Khalik tersebut, adakah kata yang menyarankan atau mendorong Surya menjadi Yesus? David Khalik memberikan kebebasan buat Surya untuk melakukan pilihannya. Dan Surya sudah memilih. Ketika di Masjid, David Khalik mengulang bertanya: Gimana? Sudah mantap hatimu? Lalu dijawab oleh Surya: Insya Allah saya tetap Istiqomah. Dijawab oleh David Khalik: Amin …

Dari adegan tersebut, adakah saya melecehkan Islam? Apakah dengan menghargai pilihan seseorang itu sama saja melecehkan Islam?

Pada saat dialog dengan Ustad tersebut, Surya tidak langsung ke gereja. Dia melakukan tafakur di masjid dengan melihat asma Allah yang tertempel diatas dinding Mihrab. Lagi-lagi dia meyakinkan hatinya

Jadi, tidak ada sedikitpun adegan yang menyatakan pelecehan terhadap agama Islam. Surya melakukan tugasnya sebagai aktor karena dia harus hidup. Bahkan untuk beli soto untuk sarapan saja dia tidak sanggup. Lagipula drama Paskah bukan ibadah. Tapi sebuah pertunjukan drama biasa. Ibadah Misa Jumat Agung dilaksanakan setelah pertunjukan Drama. Dalam hal ini Surya tidak melakukan ibadah bersama jemaah Kristiani di gereja.

 

Setelah melakukan pekerjaan sebagai aktor di malam Jumat Agung Surya membaca Surat Al Ikhlas berulang-ulang sambil menangis untuk menguatkan hatinya kembali sebagaimana yang disarankan Ustadz.

Adakah dari adegan tersebut saya melecehkan Islam? Silakan di cek lagi …

 

berlanjut .....

 

Hanung Bramantyo Anugroho (14 April jam 1:33):

5. Saya benar-benar kagum dengan penafsiran anda soal adegan dalam film saya. Tidak heran anda menjadi seorang wartawan. Hehehe.

 

Jika anda benar-benar mengamati adegan demi adegan, anda akan menemukan maksud dari penyerbuan tersebut. Pertama, Penyerbuan itu didasari karena egositas dari hendra (ping Hen) yang hanya ingin mengejar keuntungan. Maka dari itu libur lebaran yang biasanya 5 hari, dipotong hanya sehari. Akibatnya, Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan liburan lebaran.

 

Kedua, Soleh (yang di adegan sebelumnya bertengkar dengan Hendra karena cemburu) merasa panas hati ketika mendengar Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan. Karena rasa cemburu berlebihan, Soleh bersama para preman pasar dan takmir masjid yang di awal adegan bertengkar dengan hendra, melakukan pengeroyokan.

 

Dalam adegan tersebut jelas tergambar SIKAP CEMBURU, MEMBABI BUTA, BODOH dan TERGESA-GESA pada diri Soleh yang mengakibatkan Tan Kat Sun meninggal. Sikap tersebut membuat Soleh menjadi rendah di mata Menuk: Lihat adegan selanjutnya: Menuk bersikap diam kepada Soleh. Meski masih meladeni sarapan, Menuk tetap tidak HANGAT dengan SOLEH. Hingga Soleh meminta maaf kepada Menuk. Namun, lagi-lagi Menuk tidak menanggapi dengan serius (perhatikan dialognya) : …. Mas, jangan disini ya minta maafnya. Dirumah saja …

Dijawab oleh Soleh: Kamu dirumah terlalu sibuk dengan Mutia … Menuk menimpali: … dimana saja ASAL TIDAK DISINI …

Penolakan Menuk itu yang membuat Soleh akhirnya memutuskan untuk memeluk BOM dan menghancurkan dirinya. Tujuannya, Agar dia menjadi BERARTI dimata isterinya ….

Apakah adegan di Film tersebut menggambarkan Menuk bahagia dengan kematian Soleh, sehingga dengan begitu dia bebas menikah dengan Hendra? Apakah adegan di Film menggambarkan hendra juga bahagia dengan kematian Soleh sehingga hendra bisa punya kesempatan menikah sama Menuk?

Sungguh, saya kagum dengan tafsir anda. Hingga andapun bisa bebas sekali menafsirkan hidup saya. Semoga kita bisa menjalin silaturahmi lebih dekat sehingga anda bisa mengenal saya lebih baik, mas …

 

6. Tentang Asmaul Husna yang dibacakan Pastur Dedi Sutomo bagi saya merupakan sebuah pesan teologis dari Islam yang saya selipkan di gereja. Jika tafsir anda saya melecehkan Islam, justru saya heran. Asmaul Husna merupakan nama ALLAH yang meliputi segala yang Indah di Bumi dan Langit. Tidak ada nama Indah selain diriNya yang dimiliki agama lain.

Maka ketika Pastur Dedi Sutomo meminta Rika untuk menuliskan kesan TUHAN DIMATAMU, maka Rika kesulitan. (lihat adegannya, ketika dia kebingungan sendiri menuliskan itu). Lalu, dengan berat hati Rika menuliskan kesan TUHAN dengan menyebut rangkaian nama-nama Indah dalam Asmaul Husna … Apakah itu melecehkan Islam?

 

Dari diskusi ini saya menyimpulkan bahwa setiap Tafsir atas Teks FILM memiliki RUANG, WAKTU dan PERISTIWANYA sendiri. Saya sangat menghargai anda dalam melakukan tafsir. Tapi hargai pula orang yang melakukan tafsir yang berbeda dengan anda. Jika anda melihat secara jeli dan terbuka, saya justru banyak menyisipkan teologi Islam ke dalam gereja.

Lihatlah ketika adegan Jesus disalib yang dimainkan Surya. Angle kamera saya diposisi rendah dengan foreground jamaah. Adegan itu menggambarkan semua jemaah Kristen memuja Jesus. Tapi sebenarnya saya menggambarkan jamaah tersebut memuja Islam. Lalu setelah adegan tersebut saya menyelipkan ayat Al Aikhlas yang menyatakan : Tuhan itu Satu, Tidak beranak dan diperanakan …

Jujur, saya geli dengan anda dan umat Islam yang sepikiran dengan anda. Segitu protesnya anda dan umat Islam sepikiran dengan anda ketika Haji Ahmad Dahlan dimainkan oleh seorang Murtad. Tapi tidak ada satupun yang protes dari kaum Kristen ketika Jesus dimainkan oleh figuran seperti Surya. Malah anda sekarang yang protes, menuduh saya melecehkan Islam. Hehehe …

Mari kita sama-sama terbuka. Kita saudara. Sama-sama pengikut Rosululloh. Sesama Muslim saling mengingatkan. Semoga diskusi ini bisa menjadi pembelajaran kita bersama. Amin ….(voa-islam)

Inilah Perdebatan Hanung Bramantyo dengan Abdul Halim (wartawan Suara Islam/SI) Via Facebook Terkait Film "?"

Wartawan SI (09 April jam 5:42):


Film terbaru anda keterlaluan. Film semacam itu hanya bisa dibuat oleh orang berfaham atheis atau hatinya dipenuhi dengan kebencian terhadap syariat Islam. Anda takabur dan besar kepala, ingin mencoba kesabaran umat Islam Indonesia. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan setimpal atas kejahatan anda selama ini terhadap umat Islam.

 

Hanung Bramantyo Anugroho (09 April jam 15:16):

Bagian mana yg anda anggap keterlaluan? Jangan2 anda belom menonton secara keseluruhan lalu berkomentar dan menuduh saya tidak beriman. Sesungguhnya dg anda menuduh sprt itu, sikap anda yg keterlaluan:)

 

Wartawan SI (10 April jam 6:32):

Saya termasuk pemerhati film-film anda, sejak Perempuan Berkalung Sorban, Sang Pencerah dan terakhir ?, bahkan film film anda sebelum PBS. Disitu saya rasakan banyak nuansa PKI alias marxismenya. Hanya sang pencerah yang saya nilai 5 karena aktornya seorang murtad. Seandainya bukan seorang murtad, akan saya nilai 6. Masak tokoh sebesar KH Ahmad Dahlan diperankan seorang murtad, apa tidak ada aktor lain, apa itu bukan penghinaan! Lainnya saya nilai 2 alias sangat sangat sangat jelek sekali karena menghina Islam dan umat Islam. Makanya Taufiq Ismail tidak pernah mau ketemu dengan anda. Saya sendiri seorang wartawan di Jkt dan pernah wawancara dengan Taufiq Ismail tentang film anda !

 

Anda menuduh sikap saya keterlaluan, kalaupun benar saya hanya keterlaluan kepada diri anda sendiri. Tetapi yang jelas anda sudah keterlaluan dan menghina serta merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Seandainya anda tinggal di Pakistan, Afghaniustan atau Bangladesh, saya tidak tahu lagi bagaimana nasib anda. Anda pasti sudah kabur ke luar negeri. Untung anda tinggal di bumi Indonesia yang rakyatnya terkenal dengan keramah tamahan dan santunannya.

 

Tetapi yang jelas, saya tidak pernah menuduh anda tidak beriman. Kalimat mana yang mengatakan anda tidak beriman. Masak sebagai sutradara film kok tidak teliti, makanya film-filmnya tidak bermutu dan penuh dengan fitnah dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.

 

Hanung Bramantyo Anugroho (12 April jam 23:51):

Jawab dulu pertanyaan saya, bung. Bagian mana yg merendahkan Islam?

 

Wartawan SI (13 April jam 5:36):

Film "?" yang anda sutradarai penuh dengan fitnah, kebencian dan merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Film anda penuh dengan ajaran sesat pluralisme yang menjadi saudara kandung atheisme dan kemusyrikan.

 

Pertama, ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap pendeta, kemudian bagian akhir pengeboman terhadap Gereja. Jelas secara tersirat dan tersurat, anda menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam identik dengan kekerasan dan teroris.

 

Kedua, menjadi murtad yang dilakukan oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan zina yang dirajam.

 

Ketiga, muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang ada masakan babinya. Anda ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat Islam.

 

Keempat, seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme seperti anda yang diperakan David Chalik.

 

Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid. Apa anda ini kurang waras wahai si Hanung. Semoga pembalasan dari Allah atas diri anda.

 

Kelima, tampaknya anda memang sudah gila, masak pada hari raya Idul Fitri yang pebuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia.

 

Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana anda menjadi sutradara berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini kok seperti kehidupan anda sendiri ya ?

 

Keenam, si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. Anda ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash.

 

Seandainya anda setuju dan poligami dengan menikahi si pesinetron itu, anda tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anak anda sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan yang suram. Kasihan benar anak dan istri anda korban dari seorang ayah yang kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.

 

Ketujuh, anda menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya' Allah !

 

Kedelapan, anda menfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. Padahal sesungguhnya meski mayorits mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, ekonomi dan media massa.

 

Anda tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi anda benar-benar subyektif dan dipenuhi dengaan hati penuh dendam terhadap umat Islam.

 

Kesembilan, film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama. Jadi film anda ini dengan sangat jelas mengajarkan faham atheisme dan komunisme.

 

Terakhir, nasehat saya, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, bukan Islam yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam. (*)


 Bersambung...  1/4

Kabeh Agama Podo?

“Semua agama sama. Semua agama mengajarkan kebaikan. Semua agama baik dan benar. Tak ada agama yang menganjurkan kejahatan kepada pemeluk-pemeluknya. Oleh karena itu, kita harus menjunjung tinggi toleransi agama. Mengajarkan budi pekerti keluhuran.”

Terlampau sering sepertinya kita (khususnya Penulis) mendengar kalimat-kalimat 'indah' itu. Dulu sewaktu bersekolah di SD, Penulis sudah sering mendengarnya di pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) yang diajarkan bapak/ibu guru.

Dan sekarang kalimat itu semakin sering lagi nyaring terdengar terutama disuarakan oleh tokoh-tokoh yang sering muncul di televisi.

Berdasarkan pemahaman mereka, agama itu tidak ada bedanya. Agama Islam sama dengan agama Kristen. Agama Kristen sama dengan agama Katolik, Agama Katolik sama dengan Budha. Dan Budha sama juga dengan Hindu. Sehingga semua agama itu sama. Yang membedakan antara semua agama itu hanya namanya saja. Semua agama hakekatnya menuju pada Tuhan yang sama, hanya jalannya saja yang berbeda-beda.

Mosok iyo?

Penulis pun menjawab, “Iya, sama. Yaitu sama-sama agama. Tetapi masing-masing agama tentu saja berbeda-beda. Setidaknya, berbeda tata cara ibadahnya, berbeda kitab sucinya, dan berbeda hal-hal lainnya meskipun ada sisi kesamaan tertentu diantaranya.”

Ketika SMP, seorang guru PPKn pernah ditanya, “Sapi, kerbau, gajah, kambing, domba, rusa, babi, dan anjing adalah binatang yang memiliki empat kaki. Apakah kita bisa mengatakan bahwa sapi sama dengan kerbau, kerbau sama dengan gajah, kambing sama dengan domba, dan seterusnya sehingga semua binatang itu sama, pak?” tanya si siswa itu yang kemudian sedikit membuat si guru PPKn agak naik pitam.

Kalau memang berbeda, kenapa mesti disama-samakan? Kalau memang semestinya berbeda kenapa harus diseragamkan? Kalau memang realitanya seluruh agama itu berbeda, kenapa harus disatukan? Kalau memang setiap agama itu berbeda, kenapa harus ditoleransikan agar bisa sama?

Jika memang pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah, maka berarti orang itu seperti orang buta yang menganggap bahwa sapi sama dengan anjing sama dengan kucing, kambing, gajah, rusa. Wallahu a'lam.

Jadi, masihkah kita meyakini dan mengatakan bahwa semua agama itu sama?

 

 

By:Ahmed Fikreatif (Blogger/Narablog)


from:http://www.muslimdaily.net/artikel/islami/7465/semua-agama-sama

Jumat, 07 Oktober 2011

pertama kali

pertama kali mati lampu...

disaat pengunjung yang datang lumayan rame...

bingung dah ngadepinnya...

dengan agak bingung aqw hadapin itu semua..

sambil baca panduan yang ada di dinding,,

aqw mulai menyalakan genset dst...

Rabu, 05 Oktober 2011

Awal perjalanku ke Malioboro yang kandas di Tengah Jalan

diriku tak jauh bedanya dengan mahasiswa baru yang lainnya, yang masih baru saja beberapa bulan di jogja. terlebih lagi faktor kendaraan dan kegiatan yang kurang mendukung untuk membantuku mengetahui tentang jalan-jalan yang ada di jogja ini..

Lengkapnya pada hari itu, ada seorang kawan yang datang ke jogja untuk maen-maen. Berhubung temen-temenku yang lainnya pada gak ada waktu dan sibuk, akhirnya temenku perginya hanya berdua denganku, yang tujuan awalnya adalah menuju Malioboro. Karena aku masih belum begitu mengerti jalan-jalan di jogja dan begitu pula temenku. Akhirnya kami berdua pergi mengendarai satu sepeda dan temenku yang menyetir di depan.

Dengan mengikuti petunjuk jalan yang ada di sekitar jalan, sampai kami bertemu dengan perempatan setelah jembatan serangan, di sana tertulis malioboro ==>> yang menunjukkan ke arah kiri, sehingga kami mengambil jalan itu, setelah berkeliling2 hampir setengah jam kita masih belum menemukan malioboro.. sehingga hujan deras datang menerjang kami. Yang mengharuskan kami berteduh sejenak, dan akhirnya memutuskan kembali pulang dikarenakan waktu sudah menjelang maghrib dan keadaan kami yang kurang mendukung karena terjangan hujan deras itu..

 

itulah ceritaku pertama berjalan2 menuju malioboro yang tak kesampaian... dan itu telah setahun berlalu bagiku dan sekarang hampir jalan2 umum yang sering dilewati atau pokok aku bisa mengetahuinya walau belum secara sempurna dikarenakan masih banyak sekali jalan2 yang mempunyai kemiripan dan kesamaan dalam struktur.....

Kebimbangan

tiada hal yang paling membingungkan selain kebimbangan

ketika kita dihadapkan pada pilihan yang sulit..

maka kebimbangan dan kebingunganlah yang menghampiri kita

 

banyak orang yang menyianyiakan waktu senggangnya

dan ketika waktunya telah mepet...

maka ketergesah2an dan bingungan menghadapi masalah yang begitu banyak

 

terkadang pengalaman yang sekali saja

masih belum cukup untuk membuat orang berubah atau belajar dari pengalaman itu

terkadang ada juga yang masih butuh berkali2 untuk merubah pengalaman itu agar tak terulang kembali...