Kamis, 15 Desember 2011

Berkorban demi Sesuap Nasi

Malam semakin larut

dan kau telah terlelap dalam mimpi

Indahmu di balut wajah penuh peluh

Yang hanya engkau yang mengerti

 

Dan hanya kau simpan sendiri

Tak ingin orang lain ikut peduli

akan apa yang telah terjadi

sehari penuh dalam kehidupanmu ini

 

Dengan teriknya sang Mentari

Dengan dinginnya hujan membasahi

Dengan hembusan angin yang menerpa diri

dengan duri dibawah telapak kaki

 

Disaat orang ternyenyak dimimpi

Disaat kasur permadani menjadi alas diri

Tepat pukul 03.00 pagi

Kau bangun dari mimpi

Hanya Untuk mencari sesuap nasi

 

Untuk dirimu dan orang-orang yang kau kasihi

Tanpa peduli bagaimana cuaca hari

Yang sedang kau hadapi

Hanya rezeki yang halal dan islami

yang engkau cari untuk anak dan istri

By: Arlank Poenja Rowie


Tidak ada komentar:

Posting Komentar