dan kau telah terlelap dalam mimpi
Indahmu di balut wajah penuh peluh
Yang hanya engkau yang mengerti
Dan hanya kau simpan sendiri
Tak ingin orang lain ikut peduli
akan apa yang telah terjadi
sehari penuh dalam kehidupanmu ini
Dengan teriknya sang Mentari
Dengan dinginnya hujan membasahi
Dengan hembusan angin yang menerpa diri
dengan duri dibawah telapak kaki
Disaat orang ternyenyak dimimpi
Disaat kasur permadani menjadi alas diri
Tepat pukul 03.00 pagi
Kau bangun dari mimpi
Hanya Untuk mencari sesuap nasi
Untuk dirimu dan orang-orang yang kau kasihi
Tanpa peduli bagaimana cuaca hari
Yang sedang kau hadapi
Hanya rezeki yang halal dan islami
yang engkau cari untuk anak dan istri
By: Arlank Poenja Rowie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar